1. Apa Itu Banjir Bandang ?
Banjir bandang atau Air Bah adalah banjir besar yang datang secara tiba-tiba dengan meluap, menggenangi, dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda besar (seperti kayu dan sebagainya). Banjir ini terjadi secara tiba-tiba di daerah permukaan rendah akibat hujan yang turun terus-menerus. Banjir bandang terjadi saat penjenuhan air terhadap tanah di wilayah tersebut berlangsung dengan sangat cepat hingga tidak dapat diserap lagi. Air yang tergenang lalu berkumpul di daerah-daerah dengan permukaan rendah dan mengalir dengan cepat ke daerah yang lebih rendah. Akibatnya, segala macam benda yang dilewatinya dikelilingi air dengan tiba-tiba. Banjir bandang dapat mengakibatkan kerugian yang besar.
2. Banjir Bandang yang terjadi di dunia !!
China (1931) – Banjir Sungai Yangtze
China mengalami bencana banjir super mengerikan pada tahun 1931. Bahkan bencana ini tercatat sebagai bencana alam paling besar dalam sejarah. Sungai Yangtze meluap dengan sangat besar dan menghanyutkan banyak penduduk di sekitarnya. Diperkirakan ada sekitar 4 juta orang meninggal dunia karena meninggal dunia terbawa arus sungai.
https://www.youtube.com/watch?v=TVB6fuRX6R8
Sekitar bulan Juli-Agustus 1931, hujan di wilayah China sangat lebat. Hal ini terjadi karena adanya aktivitas badan dan topan yang akan melewati negara tirai bambu ini. Saat bada mengerikan menghantam China, Sungai Yangtze meluap dan memakan jutaan nyawa dalam sekali waktu. Mengerikan!
India (2013) – Banjir di Uttarakhand
Pada tahun 2013 lalu, negara bagian Uttarakhand, India mengalami hujan yang sangat lebat. Bahkan intensitasnya mencapai 4 kali lipat dari hujan muson biasa. Hal ini mengakibatkan glacier Chorabari yang ada di gunung meleleh. Di tambah debit air di sungai Mandakini terus naik. Akibatnya banjir tak dapat dihindari lagi.
Dalam peristiwa paling mengerikan setelah Tsunami 2004, ada sekitar 5.700 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban mengalami tenggelam karena terseret arus yang sangat deras. Puluhan ribu orang terjebak di lembah-lembah karena akses jembatan banyak yang terputus.
Thailand (2011) – Banjir Karena Topan
Sekitar tahun 2011, negara-negara di kawasan Semenanjung Malaka seperti Thailand, Malaysia, Kamboja, hingga Myanmar mengalami badai yang besar. Musim muson yang biasanya datang dengan hujan ringan, kini tiba dengan badai yang besar. Akibatnya gelombang pantai menjadi besar, dan curah hujan tinggi. Sungai-sungai meluap dan membuat jutaan orang harus mengungsi.
Di Thailand sendiri ada sekitar 2,3 juta orang harus meninggalkan rumahnya. Sedangkan untuk korban meninggal ada sekitar730 orang. Tak berhenti di sini saja, jutaan hektar sawah siap panen juga lenyap seketika. Kerugian diperkirakan mencapai 1.440 miliar bath. Usai banjir Thailand langsung menghadapi krisis ekonomi meski segera bisa diatasi.
Filipina (2011) – Banjir Akibat Badai Tropis
Akhir tahun 2011 sepertinya menjadi hari paling buruk bagi warga Filipina. Badai besar Washi yang bergerak dari arah Jepang menghantam negeri kepulauan ini. Akibatnya, curah hujan meningkat dengan sangat drastis. Pun kecepatan angin juga mencapai 95 km/jam. Badai ini mengakibatkan curah hujan di Filipina menjadi sangat tinggi. Banjir bandang tak bisa terelakkan lagi!
Ada sekitar 1.268 orang meninggal dunia akibat bencana besar ini. Kerugian yang ditimbulkan juga sangat fantastis, sekitar 98 miliar dolar lenyap seketika diterjang banjir. Selain di Filipina, badai ini juga mengenai negara-negara di Mikronesia, dan Palau meski efeknya sudah semakin menurun.
Pakistan (2010) – Banjir Akibat Anomali Cuaca
Akhir Juli 2010, di Pakistan mengalami anomali atau keanehan pada cuacanya. NASA telah memetakan akan adanya bencana hujan lebat akibat pengaruh badai La Nina. Dan benar saja, dalam sekejap mata, hujan besar menghantam Pakistan dan mengakibatkan sungai-sungai besar seperti Sungai Indus meluap dan membanjiri seluruh isi kota.
Dalam peristiwa paling buruk di Pakistan ini, ada sekitar 1.781 orang meninggal dunia. Jumlah ini akan terus meningkat mengingat ada banyak warga yang hilang dan belum ditemukan. Kerugian mencapai 43 miliar dolar akibat banyak sekali bangunan besar yang runtuh diterjang banjir bandang yang terkontrol.
India (2008) – Hujan Muson yang Sangat Besar
Mulai dari Juli hingga September 2008, India mengalami bencana banjir yang tidak ada habisnya. Hujan yang datang dengan intensitas tinggi mengakibatkan banyak orang harus rela mengungsi. Atau tidur di rumah yang nyaris semuanya terendam dengan air. Ketidaknormalan musim muson di India menjadi penyebab utama hujan datang meningkat beberapa kali.
Lokasi-lokasi yang menjadi pusat banjir meliputi Assam, Bihar, Maharashtra, Andhra Pradesh, West bengal, Orissa, dan Uttar Pradesh. Selama tiga bulan bertahan dengan banjir, ada sekitar 2.400 lebih orang meninggal dunia. Sebagian besar korban meninggal akibat tenggelam dan juga sakit pasca banjir.
Venezuela (1999) – Banjir Akibat Curah Hujan Tinggi
Pertengahan Desember 1999, Venezuela sebelah utara mengalami hujan yang sangat deras selama berhari-hari. Akibatnya, banyak sekali sungai yang meluap. Belum lagi gelombang laut yang tinggi juga banyak mengirim air ke daratan. Bencana ini menjadi mengerikan setelah banyak sekali orang yang tak bisa menyelamatkan diri karena terisolasi.
Sekitar puluhan ribu orang meninggal dunia dan beberapa orang hilang hingga tak bisa ditemukan. Akibat banjir ini wilayah kota di Venezuela bagian utara mengalami rusak yang yang sangat parah. Banyak bangunan tinggi yang akhirnya ambruk dan rata dengan tanah. Kerugian diperkirakan mencapai 3,5 miliar dolar.
Jepang (2015) – Badai Etau yang Datang Dengan Hujan Lebat
Seperti yang telah disebutkan di depan, Jepang sedang mengalami darurat banjir. Kota-kota di sebelah utara Tokyo seperti Joso dan kota kecil lain dilanda banjir bandang yang sangat mengerikan. Banjir ini tak hanya menghanyutkan wilayah ini. Namun juga membuat banyak rumah rusak. Arus air yang kuat bahkan bisa menarik rumah dan meratakannya dengan tanah.
Saat ini pemerintah sedang melakukan evakuasi kepada warganya. Mereka dikirim ke kota-kota terdekat untuk segera mendapatkan perawatan. Coba perhatian video di atas. Betapa mengerikan banjir yang telah merenggut 2 korban jiwa dan membuat ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal!
Bencana banjir selalu membawa dampak buruk yang banyak bagi umat manusia. Mulai dari korban meninggal hingga rusaknya seluruh infrastruktur. Untuk itulah, jangan buang sampah pada tempatnya. Karena hal kecil ini juga bisa menyebabkan banjir yang memakan banyak nyawa manusia.
Sebelum banjir
- Hindari membangun gedung di daerah rawan banjir
- Membangun penghambat seperti tanggul, tembok, dan sejenisnya untuk menghalau banjir memasuki rumah.
- Lapisi dinding di ruang bawah tanah dengan cat anti air untuk menghindari rembesan.
- Tetap siaga dan selalu mencari informasi terbaru mengenai banjir.
Saat banjir
- Bersiaplah! Masukkan semua barang-barang penting yang akan Anda butuhkan selama di pengungsian.
- Jika Anda disarankan untuk mengevakuasi rumah Anda, segera lakukan.
- Jika ada kemungkinan banjir bandang, segera pindah ke tempat yang lebih tinggi.
- Pindahkan barang-barang penting ke lantai atas.
- Matikan aliran listrik di rumah dan lepas peralatan listrik yang masih menempel.
- Hindari berjalan di genangan air yang tinggi karena bisa melukai Anda.
Setelah banjir
- Hindari memakai air genangan banjir karena rawan terkontaminasi oleh minyak, bensin, atau limbah.
- Kembalilah ke rumah jika pemerintah setempat telah menginstruksikannya.
- Pastikan selalu berada di luar bangunan ketika bangunan tersebut dikepung air.
- Bersihkan sisa lumpur dan barang-barang yang terkena banjir sebab berisiko berisi limbah dan bahan kimia.
Komentar
Posting Komentar